
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) semakin resah dan mulai menabuh genderang perang secara terbuka terhadap organisasi masyarakat Nasional Demokrat (Nasdem) pimpinan Surya Paloh. Ical mengancam akan memecat fungsionaris Golkar yang menjadi anggota Nasdem dan menginstruksikan kepada seluruh jajaran Partai Golkar di daerah untuk melarang anggotanya menjadi anggota Nasdem (Koran Tempo, 25 Agustus 2010).

Hanya selang beberapa tahun, isu krisis pangan sudah menghantui kembali banyak negara pada saat ini.
Sebelumnya, ketika harga minyak naik dan terjadi krisis energi, ketersediaan pangan terganggu karena pasokan energi dikerahkan dari energi hijau sehingga mengurangi lahan untuk tanaman pangan. Produksi pangan bersinggungan dan bersaing dengan produksi tanaman untuk energi hijau. Tidak hanya itu, krisis energi beberapa tahun lalu memicu harga...

Perlu pemikiran matang sebelum pemerintah menginvestasikan triliunan rupiah untuk penyediaan infrastruktur berbasis motorisasi.
Road ratio (perbandingan luas jalan dengan luas wilayah) 26,6 persen, ternyata tidak menjamin New York, kota tersibuk di Amerika Serikat, bebas dari kemacetan. Begitu pun, dengan rasio 24 persen, Ken Livingstone, Walikota London (2006), harus memperluas area berbayar untuk kendaraan bermotor, guna...

Berbagai usulan dari DPR yang menuai kecaman akhir-akhir ini, misalnya Dana Aspirasi, pada hakikatnya hanyalah gejala kerancuan politik anggaran negara kita. Persoalan pokoknya adalah penyumbatan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan tidak adanya visi pembangunan nasional yang jelas dan terarah. Kedua hal itu menyebabkan daya dorong yang rendah dari APBN untuk peningkatan pendapatan nasional dan tidak tercapainya arah pemerataan...
Nasdem, Tangerang -- Badan Rescue Nasdem kembali menggelar Sahur Bersama Nasdem dengan mengunjungi lokasi yang relatif jauh dari titik awal keberangkatan di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat. Kali ini, BR Nasdem mengunjungi Rumah Sakit dr. Sitanala, Tangerang, Banten, Selasa (7/9) dini hari. Setelah menempuh sekitar 45 menit perjalanan, rombongan akhirnya tiba di lokasi.
Nasdem, Jakarta -- Sahur Bersama Nasdem hari ke-27 Ramadan 1431 Hijriah digelar di Rumah Sakit Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (6/9). Rombongan yang dipimpin Ketua Badan Rescue Nasdem Jeannette Sudjunadi tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB dan diterima oleh perawat jaga, Rosmaniah. Kepada Jeannette, Rosmaniah mengucapkan terima kasih dan mengungkapkan sudah menunggu kedatangan rombongan BR Nasdem.
Nasdem, Jakarta -- Sepuluh hari menjelang Idul Fitri, sebagian umat muslim biasa menghabiskan waktu di masjid untuk beritikaf. Salah satu masjid yang memfasilitasi umat untuk beritikaf adalah Masjid Jami Kebon Jeruk, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Ke masjid yang dibangun sejak 1718 itu pula Badan Rescue Nasdem menuju untuk bersahur bersama di hari ke 26 Ramadan 1431 Hijriah.
Nasdem, Depok -- Untuk pertama kalinya tim Sahur Bersama Nasdem mengunjungi wilayah Depok, Jawa Barat, Sabtu (4/9). Lokasi yang dituju adalah Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Al Muhajirin, Depok II Tengah, Jabar. Rombongan Badan Rescue Nasdem diterima dengan ramah oleh pengurus Pesantren Al Muhajirin, Mulharyetti Syas S.Pd.
Nasdem, Jakarta -- Sepekan menjelang Idul Fitri 1431 Hijriah, Badan Rescue Nasdem menggelar sahur bersama di sejumlah lokasi. Tempat pertama yang dikunjungi adalah Rumah Sakit Sumber Waras di Jalan Kyai Tapa Nomor 1, Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol, Jakarta Barat, Jumat (3/9) dini hari. Di rumah sakit bermoto Asih Bina Jiwa Raga itu, Ketua BR Nasdem Jeannette Sudjunadi menyerahkan 150 nasi kotak makanan sahur yang diterima secara simbolis oleh dokter jaga Diah Vitaloka dan Supervisor Perawat RS Sumber Waras Tri Kurniati.
24 September 2010
Deklarasi Nasioanal Demokrat Kalimantan Selatan di Kota Banjarmasin
28 Agustus
Sosialisasi Nasional Demokrat dan pembentukan pengurus untuk tingkat daerah di Provinsi Jawa Timur. Diadakan di Kota Ngawi
Kamis, 29 April 2010
Diskusi Panel House of Indonesia : Menyamakan visi dan misi Barindo dengan Nasional Demokrat di Kantor Pusat Nasional Demokrat Jakarta. Pukul 10.00 WIB
Focus Group Discussion, mengundang Azwar Anas di Kantor Pusat Nasional Demokrat Jakarta.
16 Maret 2010, Kupang, deklarasi Nasdem Nusa Tenggara Timur
20 Maret 2010, Banda Aceh, silaturahmi Nasdem Nanggroe Aceh Darussalam
JAKARTA, (PR).- Pemecatan dalam konteks berpartai, seperti terjadi pada Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jawa Barat oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar, menggambarkan egoisme struktural dan ketiadaan komunikasi. Padahal, apapun akar persoalannya, tradisi dialog dan komunikasi terbuka yang harus diutamakan karena bisa mencegah benih perpecahan.
PARTAI Golkar belum lama ini seperti menyulut bara api, setelah DPP Golkar memberlakukan Surat Keputusan (SK) No. KEP-84/ DPP/Golkar/VIII/2010 tentang pemberhentian Irianto M.S. Syafiuddin sebagai Ketua DPD Golkar Jabar dan Dedy Mulyadi sebagai Sekretaris.
BANDUNG, (PRLM).- Nasional Demokrat (Nasdem) belum berniat berubah menjadi partai politik. Bentuk organisasi masyarakat (ormas) dinilai lebih efektif mempersatukan berbagai tokoh dari latar belakang yang berbeda.
Sikap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terhadap pencopotan Ketua dan Sekertaris DPD Partai Golkar Jabar, Irianto M.S. Syafiudin atau Yance dan Dedi Mulyadi tidak sesuai dengan mekanisme partai. Sebab, pemberhentian ketua dan sekretaris DPD harus berdasarkan musyawarah daerah luar bisa (musdalub).
Metrotvnews.com, Bandung: Nasional Demokrat (Nasdem) tidak akan mengakomodir kader atau anggota yang bermasalah. "Organisasi kita sifatnya bagaimana orang-orang tersebut merespon secara aktif terhadap organisasi kita, bukan kita yang merayu-rayu mereka, apalagi memanfaatkan situasi kisruh politik," ujar Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Pengurus Pusat Nasdem Ferry Mursyidan Baldan saat menggelar sosialisasi Nasdem wilayah Jawa Barat di Hotel Homan Bandung, Jabar, Ahad (29/8).
Sebuah Renungan dalam Orasi Buya Syafi’i Maarif pada acara Simposium Nasional Restorasi Indonesia
Orasi Buya Syafi’i yang berjudul “Menatap Masa Depan Negara-Bangsa Indonesia” telah memberi refleksi filosofis kepada kita semua. Bahwa bagaimanapun, idealnya, ‘bentuk’ (form) dan ‘isi’ (value) haruslah selaras dalam satu nafas. Kita tidak dapat memisahkan ‘bentuk’ dari ‘isi’ spiritualnya atau melepaskan ‘isi’ dari ‘bentuk’ yang mewadahinya. Karena ketika keduanya dipisahkan satu sama lain, sudah pasti kita akan menjadi kehilangan substansi maknanya (nilai-nilai) sebagai tujuannya.
Sebulan yang lalu isu mengenai Dana Aspirasi menggelinding ke tengah-tengah publik. Dana ini adalah dana yang akan disalurkan ke daerah-daerah berdasarkan daerah pemilihan setiap anggota DPR terpilih. Oleh karena itu, dana yang diusulkan oleh Partai Golkar ini, diberikan melalui setiap anggota dewan di senayan. Namun ternyata, tidak semua fraksi di DPR menyetujui ini. Bahkan Golkar tidak mempunyai “teman” untuk meloloskan usulannya ini kepada pemerintah. Partai-partai koalisi yang ada di Sekber pun tidak ada yang menyetujuinya.
Hasil jajak pendapat bulan Mei lalu menunjukkan bahwa Ujian Nasional (UN) sudah tidak pas lagi sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa. Dari sekian ribu pengguna komputer yang mampir ke website Nasional Demokrat, ada 2007 orang yang memberikan jawaban terhadap polling bulanan webnasdem ini. Dari jumlah tersebut, hanya 2% saja yang menyatakan bahwa UN masih relevan sebagai penentu kelulusan seorang siswa, baik di tingkat dasar, menengah pertama, maupun menengah ke atas. sisanya menyatakan UN sekarang ini perlu ditinjau kembali.
Nasdem, Jakarta – Pembenahan Lingkungan secara menyeluruh (integratif) terutama untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi tuntutan utama masyarakat Indonesia. Mereka menilai, pembenahan lingkungan secara integratif adalah solusi dari berbagai bencana alam, utamanya banjir, yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Inilah hasil polling selama bulan April kemarin yang diadakan oleh webnasdem.
Nasdem, Jakarta -- Banjir yang melanda di berbagai daerah di Indonesia setiap musim hujan tiba, menyisakan tanya bagi masyarakat Indonesia: mengapa selalu terjadi? Tentu saja banyak dan beragam jawabannya. Sebagian kalangan akan mengatakan bahwa ini adalah konsekuensi dari pemanasan global. Sebagian pihak akan menyatakan bahwa ini karena perilaku manusianya yang tidak ramah terhadap lingkungan. Sebagian yang lain akan berujar, pemerintah tidak sigap mengatasi masalah tahunan ini.
Selama bulan Maret 2010 lalu, webnasdem melakukan jajak pendapat seputar krisis listrik di Indonesia. Tema ini didasarkan pada seringnya terjadi pemadaman listrik bergilir di berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali di Ibukota Jakarta. Problem kurangnya pasokan mewarnai masalah yang sebenarnya sudah lama terjadi ini.